Empat Rangkum Petang—Pagi.
Empat Rangkum Petang—Pagi
1. Baru semalam aku percaya;
bahwa setiap kita memiliki porsinya.
Bahwa mengejar yang 'lain' akan luar biasa lelahnya. Hanya saja— aku kembali
meragukan porsi yang dibagi sama rata. Sebab yang berbeda semakin terasing dan
hanya sebagian yang dielukan banyak orang. Dinamika yang terjadi sebatas
manusia 'pilihan' makin terang adanya, sedang aku mulai hilang lalu
dilupa.
2. Baru semalam aku percaya;
Sebab kala melihat matahari dan bulan
mengedar dalam orbitnya kepala sudah berkata mereka datang di waktu berbeda,
bercahaya sebagaimana adanya. Dan sebut saja benda langit lainya; meteor,
komet, bintang, dan planet lainnya, bergerak pada garis yang mereka punya,
melaju pada posisi tidak ada dua—sebab mereka tidak bisa digantikan
siapa-siapa.
3. Baru semalam aku percaya;
Sebuah kereta, Pesawat, angkutan umum,
mobil, bahkan sebuah sepeda melaju di lintasan berbeda dengan kecepatan
berbeda. Sebab 'adil' mereka bukan dalam kecepatan yang sama. Sebab sepeda tak
mungkin bisa terbang bebas di udara dan mobil tak mungkin selaju kereta— bisa
turun mesin nantinya.
4. Dan di ujung pagi menjelang kepalaku
timbul tanya;
Bagaimana kalau belum bahagia?
Bagaimana setelah menjadi 'aku' pun, masih sering kecewa?. Lantas, jawaban yang akan tiba hanya sebatas
melihat lebih dekat pada hal hal yang sederhana, kata hati misalnya.
Kita terlalu sibuk dengan label sempurna sampai lupa, setiap 'indah' lahir dari berbagai upaya. Lalu pada akhirnya, kita akan menyadari bahwa menjadi 'kita' adalah tuju dari segala usaha. Sebab tidak ada orang yang bisa memerankan 'kita', tidak ada 'kita' yang lainnya. Karena meskipun tidak sempurna, 'kita' sudah lebih dari cukup, begitu saja.
-saturnells, dari nct 2021—beautifull
Tulisan ini adalah dedikasi untuk manusia yang sedang merasa kurang dan merasa tak lebih baik dari manusia lainnya, semoga selalu bahagia!
Terlalu banyak kata 'sebab' karena aku suka 'kebab'
hehe. Terima kasih sudah mau membaca sampai sini!.
Komentar
Posting Komentar